Menulis Artikel

yap betul sekali, saya lagi ngobrolin tentang yang namanya menulis artikel. artikel lo ya bukan buku pegangan, buku pelajaran, ataupun  karya ilmiah, tidak sama sekali. saya tidak sedang membahas tentang tulisan yang bahasanya formal, diksi (pemilihan kata) sangat advance, tinggi, membuat dahi kita mengkerut, karena bingung dengan definisinya, dan sebagainya, dan sebagainya, bla bla bla…. oh tidak bukan itu. apa yang saya bahas adalah sebuah karya tulis pendek tentang sebuah tema yang relatif menarik untuk di bahas. pendek saja, ya kira-kira satu halaman kertas folio bergaris. Temanya bisa apa saja, terserah kita sebagai penulisnya.  kalau anda tertarik dengan kuliner, pakailah tema kuliner. kalau anda tertarik membahas sepakbola, pakai itu sebagai tema artikel anda. tertarik dengan musik? comot saja lalu pakai sebagai tema. La kalau fashion gimana? bolehlah, otomotif? silahkan deh, gadget? monggo kerso, no problemo. Gaya bahasanya juga bebas lo, bisa formal atau non formal, bisa lokal, bisa internasional, gaulpun juga boleh, dan kalau anda cukup hebat dan yakin mampu memahami dan membuat paham pembaca anda nantinya, silahkan saja, anda memakai bahasa isyarat atau lebih hebat lagi, pakai bahasa tubuh (itu gimana nulisnya?), ndak papa, ndak ada yang nglarang kok. kalau ada yang nglarang, bilang saya, ya cukup bilang saja, masak mau minta bantuan atau ganti rugi he…

lah terus kenapa sih kok saya sangat concern dengan hal ini? kelihatannya sepele ya. apaan sih menulis aja loh? jangan alay jablay lebay gitu ah.. kan tinggal nulis aja kan? apa susahnya? hehe. For Your Information, saya dulu juga menganggap mudah menulis artikel itu, dan cenderung meremehkan malah. Tapi begitu saya mencoba membuktikan betapa mudahnya menulis itu, saya harus mengakui ternyata sulitnya ampun-ampun, sulitnya itu pun sudah dimulai bahkan ketika masih pada tahap memilih tema/topik yang akan saya bahas. wah itu bisa memakan waktu seharian betul. tapi Alhamdulillahnya, saya tidak menyerah dalam mencari tema tulisan saya, itu sisi positifnya.

Nah setelah saya jalani kegiatan tulis menulis/ketik mengetik ini, saya jadi menyadari bahwa ternyata ada beberapa kelebihan dalam menulis artikel lo, ya minimal menurut pengalaman pribadi saya. Pertama, dengan menulis artikel, saya sebenarnya sedang melakukan yang perubahan pola pikir/mindset, yang awalnya berpola pikir reaktif menjadi proaktif dan menjadi lebih kreatif. dan saya kira ini juga bermanfaat juga buat teman-teman semua. lo maksudnya? begini, selama ini jika saya perhatikan dari pengalaman saya selama belajar di bangku sekolah dan kuliah, kita hanya diajarkan menjadi seorang yang task minded, artinya berpola pikir tugas, diberi tugas untuk mengerjakan pekerjaan A, maka kita akan mengerjakan A. Kalau B ya B, C ya C, dan seterusnya. ini terlihat dari bagaimana ujian-ujian di sekolah dan kampus yang dulu saya masuki. setiap ujian baik itu kuis, UTS, UAS, dan U-U yang lain, selalu berorientasi soal-jawaban. “Apa yang dimaksud dengan….”, sebutkan apa saja faktor….”, jelaskan apa yang dimaksud dengan….” ya kan? Model tanya jawab seperti ini memang ada kelebihannya, apa? ya itu tadi, kita akan terbiasa melakukan tugas yang diberikan kepada kita. tapi dari apa yang saya alami, model ini juga memiliki kelemahan juga, apa itu? KREATIFITAS kita kurang terasah karena kita tidak mendapatkan kebebasan yang cukup di situ, kalau jawabannya bukan A, pasti salah, kalau nggak B, ndak lulus. model tanya jawab/soal malah bisa jadi akan membatasi kreatifitas kita.

dengan menulis artikel inilah, saya yakin bahwa kreatifitas kita bisa di asah. dan ini sedang saya lakukan kepada mahasiswa saya. topiknya boleh saja dibatasi dan memang sebaiknya dibatasi, agar tidak ngglambyar kemana2, nyelentang ngalor ngidul, tapi untuk judul silahkan mahasiswa sendiri yang menentukan, lo enak to? ibaratnya kalau bapak saya bilang, tak ajangi ombo, wes sak karep-karepmu… Ibaratnya silahkan buat artikel dengan topik Pemasaran, tapi fokus permasalahannya silahkan bikin sendiri, anda kembangkan sendiri ya. Kurang enak gimana saya? tapiiii… tau tidak, begitu saya suruh mahasiswa menulis artikel, langsung garuk-garuk kepala mereka, sambil tolah toleh kiri kanan. begitu saya tanya kenapa? “susah pak, belum terbiasa sih, kami biasanya pake model soal tanya jawab, bapak kasih soal, kami yang jawab”. (tapi saya yakin jawaban mereka sebetulnya seperti ini, “bapak kasih soal, kami yang pusing” *eh). terbiasa di taruh dalam sangkar, begitu di bebaskan, langsung kagok mereka, bingung mau ngapain. terbiasa main bola di tempat sempit, begitu disuruh main di lapangan yang lebih luas, diam saja tak bergeming sedikitpun, kenapa? bingung. terbiasa disuruh-suruh, begitu di biarin, buat pekerjaan sendiri, bingung langsung….

Relax, tenang saja, ntar lama-lama terbiasa kok, dan bahkan bisa-bisa muncul anggapan menulis itu ternyata mengasyikan loh, yang lebih gawat lagi, malah kecanduan!! sebagaimana kecanduan beberapa mahasiswa saya akan kopi di pagi hari…

Guys, Fren, adik-adiku, dunia di luar sana penuh dengan solusi alternatif dan sifatnya kadang dan bahkan sering kali relatif, alternatif bisa didapatkan jika orangnya kreatif, relatif berarti tidak pasti, dalam arti solusi permasalahan sekarang tidak bisa dipakai untuk masa depan, dan untuk mendapatkan solusi barupun, juga dibutuhkan manusia kreatif….

yah semoga usaha saya ini dipandang sebagai ibadah dan diridhoi ALLAH SWT, manusia kan diwajibkan berusaha, masalah hasil sudah bukan urusan manusia, tapi urusan-Nya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s