Sederhana tapi Mengena

tadi pagi sy barusan ngobrol sama seorang mahasiswi, kami ngobrol tentang BBM Android yg dia pakai, tapi yang akan saya pakai sebagai fokus perhatian untuk tema kali ini bukan pada BBMnya, tapi respon dr obrolan kami.
karena saya dan si mahasiswi tersebut Sama-sama punya pin BBM, maka wajarlah kalau nginvite2 jg..
“ayo pak, invite dong”
“Ah nggak ah, ntar statusmu galau terus, yg mbaca males, tau sendirikan, galau itu contagious lo, nular, n saya emoh ketularan galau, hehehe”
“ya ampun pak, galau saja lo, anak muda pak”
sampai di sini saya tidak teruskan obrolan tersebut, sy langsung pergi saja, karena ada keperluan.
saya sebenarnya lebih karena males saja nanggepi (betul dosen itu pendidik, tidak sekedar pengajar, jd mohon maaf kl tindakan saya tidak mencerminkan hal tersebut), tapi kenapa kok saya pergi saja, karena…
orang seringkali berfokus pada hal-hal yang bombastis, dramatis, membahana, besar, gouedueeee. tanpa menyadari bahwa hal-hal yg besar, dramatis n bombastis itu seringkali berasal dari hal-hal yang sederhana..
kalau saya punya rumus bahwa kebanyakan orang yang bunuh diri itu disebabkan kegalauan yang dia pelihara secara terus menerus? boleh ndak saya ngomong gitu? logika sederhana saya mengatakan bahwa statusmu adalah karaktermu, setiap hari menulis status galau lama-lama akan menjadi kebiasaan, kebiasaan lama-lama akan menjadi karakter, nah rumus ini yang tidak banyak diketahui…
begitu juga bahagia, bukankah bahagia itu sederhana? bagi saya, bahagia adalah ketika saya bisa guyon dengan anak istri saya di akhir minggu, ketawa terbahak bahak, atau lari pagi keliling perumahan bersama mereka, lalu setelah itu makan pagi di warung pecel, ya sesederhana itu…
dan saya sangat menjaga diri terhadap kegalauan, kegalauan bagi saya adalah bentuk ketidakbersyukuran kita kepada Tuhan  kita. dan saya tidak mau dianggap sebagai hamba yang tidak bersyukur olehNya, mengingat pemberianNya sudah begitu banyak diberikan pada saya.
saya sudah diberi anggota tubuh yang sehat, kuat, lengkap, saya masih bisa bernapas, saya punya istri yang cantik, anak yg lucu, pekerjaan yang seru, dan seterusnya. begitu banyaknya, sampai saya susah menyebutnya. dan saya malu betul kalau saya masih merasa tidak nyaman atau puas atas situasi yang saya hadapi…
malu betul saya…
apa yg saya katakan ini, murni dari diri pribadi saya, saya tidak sedang mengajak, atau bahkan memaksa anda kok.
setiap orang dengan keputusannya sendiri sendiri…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s