Marketing: Bola Sepaku dan Bola Basketnya

Ocehan saya kali ini adalah tentang dunia olah raga, dan lagi-lagi tetep hubungannya dengan pemasaran kok (tidak berhubungan dengan tata boga, teknik nuklir, dan kesehatan gigi) so kalo ada yang mencari tema hubungan seperti itu ya mohon maaf dengan sangat, saya harus mengatakan bahwa anda kesasar kali ini. sori ya.. 🙂

oke, lanjut…

Barusan saja saya baca koran Jawa Pos edisi hari ini, lebih tepatnya rubrik SPORTAINMENTnya. namanya Sport kan ya pastinya bicara olah raga kan begitu. dan bidang olah raga yang digandrungi di negara kita tercinta ini kan ya paling-paling nglutek di sekitar sepak bola, basket, badminton, dan balapan motor, dan mungkin tinju juga. Nah ketika membaca rubrik Sportainment itu perasaan saya selalu campur aduk. ada sedihnya, ada senengnya. dan ini sudah berulang kali dan saya mengalaminya sudah lama juga.

Kenapa kok sedih? saya sedih karena setiap membaca bagian Liga Indonesia (sepakbola) itu mesti beritanya berisi tentang masalah-masalahh saja. ya saya yakin teman2 pembaca sudah pada tahu masalahnya apa dan tidak perlu dijelaskan di sini, wong memang bukan itu yang saya obrolin kali ini, sepakbola indonesia cuma saya pakai sebagai bahan perbandingan saja dengan apa yang sesungguhnya nanti saya bahas.

terus senangnya? saya senang karena ketika sepak bola Indonesia sedang berhenti, bola basket Indonesia mulai bergerak maju. dan terus terang saya kagum sekali dengan sepak terjang perbasketan Indonesia ini. hebat banget. dan yang paling bikin ngiri saya adalah basket indonesia dimulai dari usia remaja, antar sekolah, antar SMA. dan ada kompetisinya, DBL (Detik Basket League) berjalan rutin, di kelola secara profesional.

sepakbola kita itu aneh lo menurut saya, lo kok bisa? ya bisa, coba dilihat dari sisi prestasi, ada nggak yang mentereng dari sepakbola kita, kan ndak ada. dan bahkan masih kalah jauh dari bulu tangkis/badminton kita. badminton kita bisa juara olimpiade, thomas uber pernah, gelar pemain bulu tangkis terbaik dunia juga pernah dapet.

tapi kalo bicara militansi loyalitas..wuuhhh beda jauh, saking loyalnya masyarakat kita, kita mengenal istilah “bonek” atau bondo nekat dari surabaya

nah yang menarik di sini adalah bagaimana DBL itu rutin di publish di Jawa Pos, bahkan diberi porsi yang sama besarnya dengan Liga Indonesia dan Total Football. berita terakhir berisi tentang semacam laporan kunjungan tim DBL all-star ke Seattle AS.

saya pun berandai-andai kapan ya sepak bola kita bisa seperti itu? kapan ya ada kompetisi sepak bola antar SMA yang reguler dan rutin di jalankan? ah pikiran iseng ini memang sungguh TERLALU…

Iklan

Kasus Marketing: Ganool.com

Barusan saya iseng browsing internet, namanya iseng, ya tujuannya macem-macem, pertama iseng-iseng cek software versi terbaru, khususnya buat handphone saya, eh siapa tahu whatsapp dan nimbuzz keluar versi terbarunya,lalu  lihat-lihat manga naruto chapter terbaru, dan terakhir saya browsing film-film terbaru, maka tanpa pikir panjang lagi saya langsung menulis ganool.com. dan setiap kali hampir setiap saya cari film, saya pasti nglencernya ke ganool.com. Tahu ganool.com? nama yang aneh ya. Tapi nama ini tidak terasa aneh bagi pengunjung setianya, termasuk saya. For your information (FYI), ganool.com ini adalah website penyedia film gratis, genre film yang ditawarkan juga banyak, dari anime sampai film 3D, dari Hollywood sampai Jepang, dari yang action (pencilakan + pecicilan), lalu drama (berderai air mata), sampai yang horror juga ada. Kualitas filmnya pun juga macem2, dari yang versi CAM (kamera) sampai Bluray atau bahkan kalau kita ingin kualitasnya maksimal ya cari yang 3D pun juga ada. Pengunjung setia ganool.com itu sudah lintas negara, bahkan mungkin lintas benua juga, ada yang dari India, Iran, Thailand, dst. Yang tidak kalah penting, juga telah menjadi jujugan saya setahun terakhir ini Hehehe…

Saya yakin bahwa apa yg Ganool.com tawarkan (produk) sangatlah klop dengan sebagian besar keinginan masyarakat (baik Indonesia ataupun Dunia), dimana kata kuncinya adalah GRATIS, artinya dapet film tapi ndak mbayar gitu loh. Maka tidaklah mengherankan jika Ganool.com menjadi website populer di dunia maya, indikator paling simpelnya adalah ranking alexanya mencapai angka di bawah 100ribu.

But sadly, ganool.com baru-baru saja mengumumkan bahwa mereka tidak akan menyediakan link URL Mediafire untuk film-film mereka. Ganool.com beralasan bahwa) pihak mediafire telah menghapus file dan akun Ganool.com sampai 7x dan file hasil upload selama 2 tahun hilang seketika! Hal ini terjadi karena banyak orang egois yang membagi-bagikan link ganool.com di website mereka (Shame on them!!).

alasan lain mengapa Mediafire melakukan penghapusan file tersebut bisa jadi dilatarbelakangi oleh kebijakan SOPA (Stop Online Pirate Act) dan ACTA. Salah satu korban website file sharing yang terkenal adalah Megaupload, bahkan secara teknis, Megaupload sudah ‘mati’, tidak bisa diapa2kan lagi, kalau teman-teman sempat membuka halaman website Megaupload, maka kita hanya akan menemukan pengumuman FBI Anti-Piracy. Mediafire terpaksa melakukan penghapusan agar tidak mengalami nasib yang sama seperti Megaupload.

Nah yang menariknya di sini, ketika Ganool.com menjelaskan situasi tersebut ( http://www.ganool.com/2012/04/why-no-mediafire.html? ) ternyata respon dari para pengunjung setia atau fannya membludak, sangat banyak sekitar 1300an lbh orang, dan saya termasuk salah satunya. Anda boleh setuju boleh tidak, tapi bagi saya, jumlah respon sebanyak seribu lebih fan atau pengunjung merupakan bukti hebatnya positioning Ganool.com di mata konsumennya dalam hal ini pelanggannya. Artinya Ganool.com mempunyai posisi tersendiri di benak pelanggannya. sangatlah jarang bagi seorang pengunjung website untuk bersedia memberi respon ataupun komentar pada sebuah website/blog, kecuali pengunjung tersebut punya sebuah ‘ikatan’ dengan website itu.

.:. Sekilas INFO GAN!!

Ganool.com bisa di buka di dua alamat, ganool.com dan ganool.blogspot.com, salah satunya bisa pastinya. kalau masih ndak bisa juga, buka aja link film di laman FBnya mereka, nantikan larinya mesti ke websitenya juga hehehe…

recent update: Ganool.com lagi maintainance…yang sabarrrrrrr

http://id.wikipedia.org/wiki/Stop_Online_Piracy_Act

AC Milan II (Case Study)

AC MILAN

Setiap klub sepak bola di seluruh dunia pasti paham tentang pentingnya suppoter. Selain menjadi “pemain ke 12”, supoter juga dipandang sebagai sumber pemasukan lain bagi Klub-klub besar. Semakin besar basis supporternya, semakin besar pula peluang keuntungan yang bisa di ambil. Perkembangan terakhir, beberapa klub besar sepak bola seperti AC Milan, Real Madrid, Barcelona, MU, Arsenal, Chelsea, Juventus, Inter Milan, Liverpool mulai melebarkan ke luar negeri, terutama negeri yang dipandang menguntungkan (Cina, Jepang).

Kalau anda pernah mengunjungi website resmi AC Milan, anda pasti akan sempat memperhatikan di halaman awal, di sana terdapat pilihan “Bahasa Indonesia”, selain bahasa Inggris, Bahasa Cina, Bahasa Arab, Bahasa Italia (tentu saja!!), kok tidak ada bahasa tubuh ya? Aneh deh, diskriminasi itu!! Latar belakang AC Milan memberikan layanan bahasa Indonesia di website resminya adalah karena mereka ingin lebih melayani konsumennya dengan lebih baik, dan menunjukan bahwa para supporter itu sangat berarti bagi mereka. Lalu kenapa Indonesia? Terkait ini, AC Milan pernah menyatakan bahwa sebagian besar pengguna facebook yang menyukai laman AC Milan di Facebook adalah orang Indonesia!! Karena itulah AC Milan menambahkan pilihan Bahasa Indonesia dalam website resminya. biar lebih dekat begitu maksudnya..

It’s MARKETING after all…

kalau kita perhatikan AC Milan termasuk tim yang “rajin” bertamu ke Indonesia, mulai dari mengirim utusannya (Franco Baresi, Stefano Eranio) sampai menggelar pertandingan amal. Terakhir, pertandingan persahabatan antara para veteran AC Milan dengan Tim Nasional Indonesia. Berapa skornya ya? *berlagak lupa*….

Marketing in Islam?

ya topik obrolan saya kali ini adalah Marketing di dalam agama, dalam hal ini, agama saya, Islam. tentunya teman-teman pembaca semua bertanya-tanya, ini ngapain ini, mo jadi ustad ya? mubaligh? ato kyai?.. ah ndak juga hehehe. alasan saya mengambil tema ini adalah karena berdasarkan pengamatan saya, ada semacam dikotomi/sekulerisme/pemisahan. terutama pemisahan bisnis-agama/tuhan, bahwa bisnis itu tidak bisa disatukan dengan agama, tidak ada tempat bagi Tuhan dalam bisnis. banyak orang bilang kalo bisnis, ya bisnis. bisnis jangan dihubungkan dengan agama/Tuhan. ndak laku lu cui!! dan ada juga yang mengatakan bahwa, mas, cari yang haram aja sudah susah, la apa lagi yang halal mas?? ato kalau di daerah tempat tinggal saya, terkenal omongan ini, saiki jaman edan, lek ora melu edan, ora keduman!..nah loe.. so kalo semua nyemplung sumur, sampeyan ikut2an nyemplung juga? mati bareng gitu??

begitu juga dalam Marketing, pemahaman kita selama ini kalau bicara Islam pasti nyambungnya ke arah vertikal, hubungan dengan Allah SWT, seperti sholat, puasa, haji, dan lain sebagainya. Sementara hubungan antar sesama manusia, kebanyakan kita (termasuk saya) banyak yang belum paham. dan sayangnya seringkali kita terburu-buru menjustifikasi bahwa islam itu kolot, kuno, tidak up to date, hanya karena ketidakpahaman tersebut, tanpa ada usaha untuk menelaah lebih jauh.

padahal kalau kita kaji bersama, Marketing itu sangat terlihat jelas di dalam Islam. salah satu contoh, kalau kita perhatikan dengan seksama, para calon nabi itu hampir atau kalau tidak boleh dikatakan selalu menjadi seorang penggembala hewan ternak. oukee…terus? apa hubungannya dengan Marketing? kalau menurut saya pribadi ya ada dong. karena penggembala punya sifat ngemong, atau minimal belajar memahami kondisi hewan ternaknya. kapan butuh makan, kapan butuh minum, kapan harus pulang masuk kandang. dan kemampuan ngemong dari pekerjaan menggembalakan hewan ternak ini, akan berguna ketika masa tugas kenabian mereka berlangsung. dan kemampuan memahami inilah yang sesuai dengan mind setnya Marketing. dalam Marketing kita harus mampu memahami apa sih yang menjadi kebutuhan konsumen kita itu, lalu berdasarkan pemahaman tersebut, kita berusaha untuk memenuhinya.

contoh lainnya, Muhammad SAW. tak banyak yang harus saya tulis di sini. karena saya yakin teman-teman pembaca, yang Muslim, insya Allah paham semua dan saya juga tidak sedang bercerita tentang sejarah perjalanan hidup beliau.

Ok, kembali topik bahasan kita tentang ada gk sih Marketing dalam Islam. di dalam Marketing, kita mengenal yang namanya istilah brand atau merek. dan Muhammad SAW inilah contoh branding, khususnya personal branding yang sukses dan everlasting, saking suksesnya sampai ada seorang penulis buku tentang 100 orang paling berpengaruh di dunia (kalau ndak salah begitu judulnya, lupa lupa ingat sih), Michael H. Hart (sayangnya dalam penjelasan Wikipedia, Michael H. Hart dianggap penulis kontroversial), menempatkan Muhammad SAW di posisi pertama dari 100 orang tersebut (saya dulu punya bukunya, pas masih Mts, ndak tahu sekarang kemana 😦 ).

kembali ke branding tadi, Muhammad SAW adalah contoh personal branding yang kuat, sukses dengan gelar Al-Aminnya. Al-Amin berarti kejujuran, yang berarti Muhammad SAW dikenal karena keJUJURannya. banyak kisah menarik tentang efek positif sifat kejujuran beliau. salah satunya adalah kesuksesan beliau berdagang dan mampu menghasilkan laba berlipat-lipat. dan konon berdasarkan penjelasan Aa’ Gym (Abdullah Gimnastiar) ketika beliau menikahi Siti Khadijah, mas kawin beliau hanya 40 saja, maksudnya 40 unta betina hamil (kalau di rupiahkan mencapai sekitar 4 M). dari mana beliau dapat uang sebanyak itu kalau bukan kemampuan/kecerdasan beliau dalam berdagang dan ditunjang kejujuran beliau? beda dengan jaman sekarang ya, paling banter rata-rata kalau menikah, mas kawinnya Rp. 200.700 (soalnya nikahnya pas tahun 2007) atau seperangkat alat sholat, itu masih gak papa. la kalau seperangkat alat mandiatau alat tulis atau sepasang dongkrak bukan cincin nikah kan ya ndak lucu…

dan personal branding itu juga merupakan salah satu aspek dalam marketing. saya kira personal branding ini erat kaitannya dengan reputasi/keterkenalan. jika reputasi kita negatif, maka akan berpengaruh pada personal branding kita. begitu juga sebaliknya. dan ini tidak boleh dianggap remeh dalam Marketing, atau minimal dalam pekerjaan kita. sekali kita dipandang punya reputasi negatif di mata teman kerja/konsumen, semakin negatif personal brand kita.dan untuk mengubahnya itu syusyahhnya ampun ampun…

so kesimpulannya Marketing ternyata ada juga ya dalam Islam. tapi memang apa yang saya tulis ini, secara keabsahan, meragukan. selain itu, saya juga tidak melakukan studi tentang Nabi/Rosul secara mendalam. murni hanya cuplikan-cuplikan dari beberapa buku saja. untuk itu, agar bisa menambah pemahaman teman-teman pembaca, saya sarankan teman-teman untuk membaca bukunya Moch. Syafi’i Antonio “Muhammad SAW: Super Leader, Super Manager”. sebetulnya ada lagi sih, buku tentang Marketingnya Muhammad SAW, tapi saya lupa penulisnya siapa, nanti saya apdet lagi. sementara ini dulu ya 🙂

buat teman-teman pembaca yang ingin berbagi pengetahuan dan pendapat, silahkan, monggo kerso, selama masih dalam koridor etika dan respek ya. itung-itung tambah silaturahimnya.

selamat menikmati hari, semoga pekerjaannya lancar, tambah berkah dan diridhoi Allah SWT atas segal usahanya. amin.